Bidang Kesehatan Hewan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas dan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan merumuskan kebijakan teknis di bidang pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan, pengawasan obat hewan dan kelembagaan kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner serta bertanggungjawab memimpin seluruh kegiatan pelayanan dan administrasi di bidang kesehatan hewan.

Fungsi dari Bidang Kesehatan Hewan adalah sebagai berikut:

(a) penyusunan program kerja di bidang Kesehatan Hewan;

(b) penyiapan bahan dan perumusan kebijakan di bidang Pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan;                

(c) penyiapan bahan dan perumusan kebijakan di bidang pengawasan obat hewan dan kelembagaan kesehatan hewan;

(d) penyiapan bahan dan perumusan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat veteriner;                        

(e) pengkoordinasian bidang Kesehatan Hewan;

(f) pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di bidang Kesehatan Hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

(g) penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang Kesehatan Hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

(h) penyelenggaraan kegiatan pelayanan dan administrasi di bidang Kesehatan Hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

(i) pemberian saran dan pertimbangan kepada Kepada Kepala Dinas berkenaan dengan tugas dan fungsi di bidang Kesehatan Hewan;                          

(i) pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang Kesehatan Hewan;

(j) pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kepada Kepala Dinas berkenaan dengan tugas dan fungsi di bidang Kesehatan Hewan; (k) pelaksanaan fungsi lain di bidang Kesehatan Hewan yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bidang Kesehatan Hewan membawahi

(a) Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan;

(b) Seksi Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan; dan

(3) Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner yang masing-masing mempunyai tugas:

  • Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan

Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan mempunyai fungsi sebagai berikut: (a) penyusunan rencana kegiatan Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan; (b) pengumpulan, pengolahan bahan dan perumusan kebijakan teknis di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan; (c) pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi sesuai dengan tugas dan fungsi di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan; (d) pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; (e) pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan; (f) pemberian saran dan pertimbangan kepada kepala bidang berkenaan dengan tugas dan fungsi di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan; (g) pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan;          (h) pelaksanaan fungsi lain di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan yang diserahkan Kepala Bidang.

 

 

  • Seksi Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan

Seksi Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Seksi Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan mempunyai fungsi sebagai berikut :

(a) penyusunan rencana kegiatan Seksi Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan;                    

(b) pengumpulan, pengolahan bahan dan perumusan kebijakan teknis di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan;         

(c) pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi sesuai dengan tugas dan fungsi di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan;          

(d) pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

(e) pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan;

(f) pemberian saran dan pertimbangan kepada kepala bidang berkenaan dengan tugas dan fungsi di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan;

(g) pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan;        

(h) pelaksanaan fungsi lain di bidang Pengawasan Obat Hewan dan Kelembagaan Kesehatan Hewan yang diserahkan Kepala Bidang.

  • Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner

Seksi Masyarakat Veterine dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas mengumpul dan mengolah bahan perumusan kebijakan di bidang Masyarakat Veterine serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Seksi Masyarakat Veterine mempunyai fungsi sebagai berikut :                        

(a) penyusunan rencana kegiatan Seksi Masyarakat Veterine;                          

(b) pengumpulan, pengolahan bahan dan perumusan kebijakan teknis di bidang Masyarakat Veterine;

(c) pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi sesuai dengan tugas dan fungsi di bidang Masyarakat Veterine;

(d) pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang Masyarakat Veterine sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

(e) pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di bidang Masyarakat Veterine;        

(f) pemberian saran dan pertimbangan kepada kepala bidang berkenaan dengan tugas dan fungsi di bidang Masyarakat Veterine;

(g) pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang Masyarakat Veterine;

(h) pelaksanaan fungsi lain di bidang Masyarakat Veterine yang diserahkan Kepala Bidang.